Kasus Penculikan Oleh Alien - Benarkah?

Thursday, January 4, 2018 0 komentar

Pada malam hari tanggal 19 September 1961, Barney dan Betty Hill sedang mengendarai mobil mereka dari Quebec menuju Portsmouth. Saat itu jalanan cukup sepi dan hanya ada beberapa mobil lain di sana. Ketika mereka sampai di Groveton, New Hampshire, tiba-tiba mereka melihat sebuah cahaya terang melayang di langit. Lalu, keduanya menjadi tidak sadarkan diri.


Penculikan Barney dan Betty Hill
Tidak berapa lama kemudian, mereka menemukan diri mereka sedang berada di mobilnya. Pasangan suami istri ini tidak bisa mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Beberapa hari kemudian, Betty mengalami serangkaian mimpi buruk yang kemudian membangkitkan kembali ingatan mengenai peristiwa yang terjadi pada malam tanggal 19 September 1961.

Sekarang, Betty percaya kalau ia dan suaminya sesungguhnya telah diculik oleh alien.

Setelah berkonsultasi dengan psikiater, keduanya sepakat menjalani sesi hipnotis untuk membangkitkan memori lain yang mungkin masih terkubur mengenai peristiwa itu. Dari sesi hipnotis tersebut, terungkap detail-detail mengerikan dari kejadian misterius di malam itu.

Kemungkinan Aliens Abduction di masa Lampau

Kisah pasangan Hill kemudian menarik perhatian luas sehingga media-media nasional mulai memberitakannya. Lalu, sebuah film mengenai pengalaman merekapun juga turut dibuat. Pada tahun 1990an, fenomena aliens abduction menjadi semakin populer ketika film seri The X-Files mengangkat dan menjadikan fenomena ini sebagai bagian yang penting di dalam alur ceritanya.

Peristiwa Barney dan Betty Hill menandai euforia aliens abduction di Amerika yang menyebabkan beberapa peneliti yang lebih logis mencoba untuk menyelidiki fenomena ini lebih dalam.

Walaupun peristiwa penculikan Barney dan Betty Hill adalah yang paling terkenal, namun beberapa penulis percaya kalau fenomena ini sesungguhnya telah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya.

Peneliti UFO bernama Jerome Clark menjuluki peristiwa aliens abduction sebelum Hill dengan sebutan Paleo Abductions.

Salah satu contoh kasus ini adalah yang tercatat di harian Daily Mail tahun 1897 dimana seorang kolonel bernama H.G. Shaw mengklaim kalau ia dan seorang temannya dianiaya oleh tiga makhluk humanoid berbadan tinggi yang berbulu halus. Ketiga makhluk itu mencoba menculik Shaw dan temannya yang kemudian gagal karena sang kolonel melawan.

Tahun 1954, seorang anonim menulis di harian Paris Match dan menceritakan peristiwa yang menimpanya pada tahun 1921 ketika ia masih kecil. Ia mengklaim kalau dua orang pria tinggi dengan helm dan pakaian seperti "pakaian selam" menculiknya dan membawanya menuju sebuah tank berbentuk aneh sebelum kemudian dilepas kembali.

Lalu, seorang petani Brazil bernama Antonio Villas Boas juga mengaku diculik oleh para alien pada tahun 1957.

Di kemudian hari, kasus Boas dan Hill akan menjadi dua kasus aliens abduction yang paling terkenal dan paling banyak dibicarakan.

Apa yang terjadi pada mereka yang diculik?
Setelah pasangan Hill menjalani sesi hipnotis, mereka bisa mengingat beberapa detail yang kemudian dianggap sebagai ciri khas dalam aliens abductions.

Menurut mereka, alien-alien yang menculik mereka memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan menggunakan seragam yang sama. Yang luar biasa aneh adalah bentuk kepala mereka yang sangat besar. Deskripsi Pasangan Hill mengenai alien kemudian turut mempopulerkan istilah "Grey", sejenis alien yang bentuknya seperti alien di film ET.

Mereka berdua juga dibimbing masuk ke dalam sebuah pesawat metalik berbentuk piringan.

Di dalam pesawat tersebut alien-alien itu mulai memeriksa sekujur tubuh pasangan Hill, memotong sebagian rambut Betty dan mengupas sedikit kulit arinya untuk disimpan di sebuah gelas. Alien itu kemudian menanggalkan pakaian Betty, lalu mengatakan kalau ia hendak memeriksa sistem syarafnya. Setelah itu ia menusukkan sebatang jarum ke pusar Betty yang menyebabkannya merasakan kesakitan yang amat sangat. Selain melakukan prosedur medis terhadap Betty, mereka juga mengambil contoh sperma Barney.

Setelah semuanya selesai, Betty berbincang-bincang sejenak dengan para alien mengenai beberapa hal seperti asal-usul mereka dan kehidupan manusia di bumi. Kemudian pasangan Hill diberitahu kalau pemeriksaan telah selesai dan mereka boleh kembali ke mobil.

Pengalaman Antonio Villas Boas juga mirip dengan pasangan Hill. Para alien yang disebutnya juga memiliki tinggi sekitar 1,5 meter mengambil contoh darahnya dan mengajaknya tour keliling pesawat mereka.

Ketika Boas kembali ke rumahnya, ia menemukan kalau waktu telah berlalu selama empat jam.

Para abductee (sebutan untuk korban penculikan alien) selain Boas dan Hill juga menceritakan pengalaman yang mirip. Rata-rata menyebutkan kalau mereka menjumpai objek bercahaya, lalu bertemu dengan makhluk-makhluk aneh serupa Grey, dibimbing menuju sebuah pesawat misterius, menjalani serangkaian prosedur medis yang kadang disertai dengan penanaman implan (objek kecil) di dalam tubuh mereka.

Setelah itu, mereka biasanya berbincang-bincang dengan penculiknya, diajak berkeliling ke pesawat dan dibawa kembali ke lokasi penculikan, walaupun kadang bisa juga di lokasi yang berbeda.

Para abductee biasanya mengalamiMissing Time atau Loss of time dimana mereka lupa dengan sebagian besar pengalaman mereka selama jam-jam tersebut.

Dalam sebagian kasus, para abductee juga menemukan adanya bekas luka aneh yang tidak dapat dijelaskan. Sebagian percaya kalau itu adalah bekas pembedahan atau bekas penanaman implan yang dilakukan oleh alien.

Teori Konspirasi Aliens Abductee
Menurut David Icke, salah seorang peneliti UFO, aliens abduction adalah sebuah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh para alien yang bekerjasama dengan militer Amerika. Dengan kata lain, konspirasi antar planet. Tujuannya adalah melakukan eksperimen genetika dan menciptakan alien Hybrid atau anak-anak keturunan campuran alien dan manusia.

Lain lagi mereka yang tidak percaya dengan alien. Menurut kelompok ini, fenomena ini sebenarnya adalah hasil kerja dari pemerintah Amerika Serikat yang tidak bisa melakukan eksperimen medis terhadap manusia secara bebas karena terbentur dengan persoalan hukum. Jadi, mereka menciptakan aktivitas aliens abduction untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari pemerintah.

Walaupun tidak memiliki bukti, kedua pandangan ini memiliki cukup banyak penganut di masyarakat.

Tetapi, bagaimana para peneliti yang lebih rasional menanggapi fenomena ini? Apakah pengalaman ini bisa membuktikan kalau para alien itu nyata dan ada di tengah kita?

Menyelidiki Fenomena Aliens Abductee

Salah satu ilmuwan ternama yang kemudian tertarik mengenai fenomena ini adalah Dr.John Edward Mack, seorang psikiater dari Harvard University. Dr. Mack bukan seorang ufolog. Ia adalah seorang psikiater bereputasi tinggi yang telah menulis lebih dari 150 artikel ilmiah dan pemenang Pulitzer Prize untuk salah satu bukunya.

Dr.Mack mengadakan sesi terapi dan wawancara terhadap sekitar 800 orang yang mengaku pernah diculik oleh alien. Dari penyelidikannya, Dr.Mack menyimpulkan kalau ia tidak menemukan adanya keganjilan psikologis pada para pasiennya tersebut. Ia menjadi begitu tertarik dengan subjek ini hingga sampai menulis dua buku mengenainya dan mengorganisir sebuah debat diMassachusets Institute of technology (MIT) selama lima hari untuk mendiskusikan fenomena ini.

Dr. Mack kemudian menjadi salah satu psikiater bereputasi yang mempercayai kebenaran fenomena ini. Namun, peneliti yang lain tetap skeptis.

Pandangan alternatif dalam kasus Aliens Abduction
Salah satu alasan mereka yang skeptis adalah penggunaan hipnotis dalam membangkitkan ingatan yang hilang mengenai peristiwa penculikan (Missing Time).

False Memory
Dalam kasus Barney dan Betty Hill, ingatan mereka mengenai peristiwa penculikan itu muncul setelah Betty mengalami serangkaian mimpi dan sesi hipnotis. Menurut para skeptik, bisa jadi pasangan Hill telah mengalami False Memory.

Mereka yang mengalami False Memory biasanya akan mengingat suatu pengalaman yang salah namun dipercayai olehnya sebagai kebenaran. False memory memang bisa dialami oleh mereka yang menjalani terapi hipnotis untuk membangkitkan ingatan seperti yang dijalani pasangan Hill.

Salah satu argumen teori False Memory misalnya adalah ingatan Barney yang dibangkitkan lewat hipnotis mengenai bentuk alien yang dilihatnya. Menurut Barney, alien yang dijumpainya memiliki mata aneh yang kelopaknya menutup dengan melingkar. Fitur mata ini ternyata bisa dijumpai di alien pada film 'The Outer Limits" yang diputar hanya 12 hari sebelum Barney menjalani sesi hipnotis.

Jadi, ada kemungkinan kalau ingatan-ingatan yang muncul di kepala pasangan Hill adalah pikiran campur aduk yang kemudian membentuk sebuah False Memory.

Selain informasi yang diterima dari lingkungan (atau acara TV), False Memory juga bisa dihasilkan dari pengaruh sugesti sang penghipnotis (kalian mungkin sudah pernah menonton metode ini dilakukan di televisi). Ada kemungkinan kalau psikiater yang menghipnotis tanpa sengaja telah membimbing pasangan Hill dalam pembentukan False Memory mengenai aliens abduction.

Memang, teori ini cukup masuk akal mengingat banyaknya ingatan-ingatan mengenai aliens abduction muncul karena pengaruh hipnotis. Kalian bisa melihat contoh metode ini dilakukan di film fourth kind.

Halusinasi, Schizoprenia dan kelainan Psikologis lainnya
Sebagian psikolog lain percaya kalau kasus aliens abduction sebenarnya hanyalah sebuah kelainan psikologis seperti schizoprenia yang bisa timbul akibat trauma masa kecil atau pengaruh obat-obatan. Kalainan-kelainan seperti ini biasanya juga disertai dengan halusinasi atau sensasi fisik lainnya.

Contohnya adalah hasil penelitian psikiater bernama Rick Strassman. Pada tahun 1988, ia menyuntikkan dosis tinggi Dimethyltryptamine (DMT) pada sejumlah sukarelawan. Hasilnya, 20 persen dari para sukarelawan tersebut mengalami pengalaman yang mirip dengan para abductee.

Selain kelainan psikologis, fenomena sleep paralysis juga dipercaya bertanggung jawab atas pengalaman para abductee. Ketika mereka mengalami sleep paralysis atau ketindihan, kemungkinan sebagian dari mereka akan segera mengkaitkannya dengan aliens abduction.

Disamping teori False memory, teori kelainan psikologis adalah teori yang dianggap paling bisa menjelaskan mengenai fenomena aliens abduction. Tetapi, bisakah dua teori ini menjelaskan secara sempurna fenomena ini?

Jawabannya: tidak.

Tetapi, para ufolog dan abductee pun memiliki kesulitannya sendiri untuk membela teori mereka. Ini semua dikarenakan para abductee tidak memiliki bukti fisik kuat yang bisa dijadikan dasar argumen mereka.

Lalu bagaimana soal implan dan bekas luka di tubuh mereka?

Walaupun kita bisa menemukan banyak klaim mengenai keberadaan implan di tubuh para abductee, namun luar biasanya, sampai sekarang, para peneliti belum pernah menemukan implan yang benar-benar bersifat ekstra terestrial. Salah seorang peneliti UFO bernama Whitley Strieber juga mengakui masalah ini. Awalnya ia percaya kalau dirinya pernah diculik oleh alien yang memasang implan di telinganya. Ketika Strieber menjalani operasi pengangkatan, implan tersebut ternyata hanya potongan colagen yang terbentuk dari tulang rawan. Sama sekali bukan sesuatu yang bersifat ekstra terestrial.

Menurut Strieber:
"Para skeptik selalu mencoba membuktikan kalau bukti-bukti yang telah dikumpulkan sebenarnya tidak berarti, sedangkan mereka yang percaya UFO selalu beranggapan kalau bukti-bukti itu konklusif. Kedua pendekatan itu hanya membuang-buang waktu karena sesungguhnya kita memang belum pernah mendapatkan bukti-bukti yang konklusif."
Sama halnya dengan bekas luka pada tubuh abductee. Dalam banyak kasus, ketika diperiksa oleh dokter, bekas luka yang diklaim sebagai bekas pembedahan oleh alien ternyata hanya sebuah luka biasa yang diakibatkan oleh jamur atau fenomena lain. Sekali lagi, kita belum menemukan bukti-bukti yang konklusif itu.

Aktifitas Setan
Ada sebuah pernyataan yang menarik mengenai aliens abduction yang di berikan oleh Carl Sagan, seorang astronom. Dalam bukunya yang berjudul The Demon Haunted World, ia menyebutkan kalau deskripsi mengenai pengalaman aliens abduction sesungguhnya memiliki kemiripan dengan kisah-kisah penculikan oleh iblis atau setan dari seluruh dunia.

Ia menulis:
"Memang tidak ada pesawat antariksa di dalam kisah-kisah tersebut. Namun, elemen sentralnya sama, termasuk makhluk langit yang memiliki hasrat seksual, berjalan menembus tembok, berkomunikasi dengan telepati dan melakukan eksperimen reproduksi terhadap manusia."
Pernyataan Carl Sagan cukup menarik. Jika di dunia barat, makhluk misterius yang memiliki karakter seperti 'Grey" disebut dengan alien, maka di dunia Timur, makhluk dengan karakter seperti itu sering dihubungkan dengan Iblis atau siluman.

Lalu, dengan mengacu kepada dua pandangan ini, bisakah kita mengatakan kalau sesungguhnya alien dan iblis adalah satu oknum yang sama?

Jika iya, pertanyaannya adalah, siapakah yang telah dengan benar mengidentifikasi identitas makhluk itu? dunia barat atau dunia timur?

Ataukah keduanya memang makhluk yang berbeda dan aliens abduction membuktikan keberadaan mereka?

(crystalink.comwikipedia)

http://www.enigmablogger.com

Bukti Nyata Keberadaan UFO & Alien Sejak Zaman Dulu Pada Lukisan Kuno - Penjelasan

Thursday, December 28, 2017 1 komentar

Adalah sesuatu yang telah kita ketahui bersama bahwa para penganut Teori Ancient alien percaya dengan keberadaan kunjungan alien di masa lampau. Kedengaran absurd bagi kita yang terbiasa untuk skeptis. Namun teori ini telah mendapat perhatian yang cukup luas, apalagi setelah history channel juga ikut membahas soal ini dalam tayangan mereka. Menariknya, mereka yang mendedikasikan diri untuk menemukan bukti kunjungan alien di masa lampau sepertinya telah menemukan petunjuk yang tidak terbantahkan dalam karya-karya seni abad pertengahan.


UFO, Alien dan Karya Seni Eropa abad pertengahan. Kombinasi ini terdengar mirip dengan ramuan buku Dan Brown “The Da Vinci Code”, tentu saja dalam versi yang lebih futuristik. 
Namun yang lebih menarik adalah kita bisa melihat bagaimana kekurangpengetahuan seseorang bisa membawanya masuk ke dalam persepsi yang salah. Ini adalah sebuah pelajaran yang sangat baik bagi kita semua. 
Bagi kalian yang menganut teori Ancient Alien, mungkin kalian sudah pernah melihat gambar-gambar di bawah ini.
Gambar di atas adalah Fresco mengenai penyaliban Yesus yang dibuat pada abad ke-14 yang bisa ditemukan di biara Visoki Decani di Kosovo. Misterinya adalah dua buah objek di sudut kiri dan kanan atas. 
Kedua objek tersebut terlihat seperti seorang manusia yang berada di dalam wahana antariksa. 
Kehebohan yang ditimbulkan oleh fresco ini sudah terjadi sejak tahun 1960-an ketika dimuat oleh sebuah majalah Perancis. Sejak itu fresco ini bisa ditemukan di banyak situs UFO di dunia maya.  

Dalam pikiran-pikiran kita yang seringkali dipenuhi oleh imajinasi film Holywood, hampir bisa dipastikan, semua orang yang melihat objek tersebut akan mengatakannya sebagai pesawat luar angkasa dengan seorang pilot di dalamnya. 
Kalau begitu pertanyaannya adalah: Bagaimana sebuah karya seni abad ke-14 bisa menggambarkan sebuah wahana terbang yang baru tercipta pada abad ke-20? 
Apakah karya seni ini diinspirasikan oleh makhluk cerdas dari planet lain? 
Sama sekali tidak. 
Kekurangpengetahuan seseorang mengenai seni abad pertengahan telah menuntun mereka pada kesimpulan yang salah. 
Lalu, objek apa itu? 
Kedua objek tersebut sesungguhnya adalah simbol matahari dan bulan yang biasa ditemukan pada karya seni abad pertengahan, terutama pada lukisan penyaliban gaya Byzantine. 
Dalam berbagai karya seni abad pertengahan mengenai penyaliban Yesus, kita bisa menemukan simbol-simbol yang sama, walau dengan rupa yang sedikit berbeda. Seperti ini misalnya:
  
Dalam lukisan atau ukiran-ukiran di atas, kita juga bisa menemukan dua bulatan di sebelah kiri dan kanan. Tapi kali ini, terlihat jelas bahwa keduanya memang mewakili matahari dan bulan.

Contoh lainnya juga bisa terlihat pada lukisan di bawah ini yang bisa ditemukan di Svetitskhoveli Cathedral, Mtskheta, Georgia. Kedua objek tersebut juga muncul dengan modifikasi rupa, walaupun kali ini lebih menyerupai dua ubur-ubur.

  Ini contoh karya lain: 

Dan sekarang semuanya terlihat begitu wajar. 
Lalu, selain lukisan yang sepertinya memperlihatkan wahana terbang dengan pilotnya, ada lagi lukisan lain yang sepertinya menggambarkan sebuah piring terbang yang juga bisa kita temukan di banyak situs UFO.

Objek berbentuk piring terbang tersebut berada di sebelah kanan bawah salib yang terlihat seperti terbang dengan jejak berupa asap di belakangnya.
Mungkin kalian berkata dalam hati: "Kalau bukan piring terbang, lalu apa?” 
Saya tidak menyalahkan kalian jika kalian berpikir seperti itu. Tapi ada baiknya kita melihat gambar yang lebih lengkap.
Lukisan di atas sebenarnya adalah sebuah reproduksi dari lukisan “Scene di vita eremitica” atau "La Tebaide” oleh Paolo Uccello. Lukisan aslinya yang lengkap terlihat seperti ini.  

Jadi, reproduksi yang dimunculkan di berbagai situs UFO adalah potongan dari sebuah lukisan utuh. Lukisan ini sendiri menggambarkan berbagai kehidupan biara katolik abad pertengahan, termasuk di dalamnya St. Jerome yang sedang berdoa di hadapan salib. 
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, lukisan yang menggambarkan piring terbang tadi adalah sebuah reproduksi. Warna yang ditampilkannya juga tidak akurat. Jika kita mengambil potongan yang sama dari lukisan asli, maka kita akan menemukan lukisan seperti ini: 
Sekarang piring terbang tersebut tidak lagi terlihat seperti piring terbang, melainkan terlihat seperti… Topi. Dan memang, itu adalah sebuah topi, lebih tepatnya topi kardinal yang tergeletak di lantai gua. Simbol di atas biasa menyertai lukisan St. Jerome yang menanggalkan jabatan di dalam gereja untuk menjadi seorang pertapa. Ini contoh lainnya:

Di sebelah kiri atas adalah lukisan Petro Vanucci dan di sebelah kanan adalah karya Albrecht Bouts. Singa yang ada di lukisan tersebut dibuat berdasarkan legenda yang menyebutkan bahwa St. Jerome pernah menolong seekor singa dengan mencabut sebuah duri dari kakinya. Jadi tidak ada yang misterius dari objek berbentuk piring terbang tersebut. 
Seni berikutnya yang sering disalahpahami adalah lukisan abad ke-16, exaltation of eucharist, yang sering dijuluki “Sputnik of Montalcino”, karya Bonaventura Salimbeni, yang bisa ditemukan di gereja St. Peter di Montalcino.
Yang menjadi objek perdebatan tersebut adalah sebuah bola dengan dua antena yang terlihat seperti sebuah satelit. Dan memang, para penganut teori ancient alien mempercayainya sebagai sebuah satelit, sebuah objek modern yang baru tercipta pada abad ke-20.
Faktanya, dalam karya seni abad pertengahan, bola seperti itu adalah simbol dari bola penciptaan (Creation Globe atau Celestial Sphere) yang mewakili seluruh ciptaan. Dua antena tersebut sesungguhnya adalah tongkat yang dipegang oleh Yesus dan Bapa. 
Berikut adalah contoh lainnya dengan berbagai variasi bola penciptaan:  

Esensinya tetap sama. Bola tersebut bukan sebuah satelit atau bola misterius dari luar angkasa. 
Sekarang kita lanjut ke karya seni berikutnya yang juga sering muncul di situs-situs UFO, yaitu lukisan "Madonna and Child with the infant St. John" yang dibuat pada abad ke-15. 
Riwayat lukisan ini tidak terlalu jelas. Namun pada museum yang memajangnya di Florence, karya ini diatribusikan kepada Sebastiano Mainardi (1466-1513). 
Lihat di sebelah kanan atas. Kalian bisa menemukan sebuah UFO disana. 

  
Adanya satu orang yang memandang ke langit menambah keyakinan sebagian orang kalau lukisan itu memang menggambarkan kunjungan sebuah pesawat ruang angkasa. 
Namun, kenyataannya jauh berbeda. 
Sekali lagi, pengetahuan mengenai karakter seni lukis masa lampau bisa memberikan kepada kita informasi yang sebenarnya. Dalam kasus ini, “UFO” tersebut sesungguhnya adalah lambang dari malaikat yang mengumumkan kelahiran Yesus. Aneh…Tetapi bisa dipahami jika kita melihat contoh simbol serupa di lukisan lain, seperti Vincenzo Foppa berikut ini:

Simbol yang sama, orang yang sama, namun terdapat modifikasi, yaitu adanya satu sosok malaikat. 
Variasi semacam ini juga bisa kita jumpai di banyak lukisan nativity lainnya. 

Model penggambaran Malaikat seperti ini juga bisa kita temukan di lukisan Carlo Crivelli yang menggambarkan Anunciacion (Peristiwa kunjungan Malaikat ke Maria) yang juga sering disalahartikan sebagai UFO. 

Bukankah semua terlihat lebih jelas sekarang? 
Bagaimana kita bisa menyimpulkan semua ini? 
Mungkin substansi bahasan ini sendiri tidak terlalu penting. Apa yang kita pelajari justru lebih penting, yaitu informasi yang sepotong-potong akan menuntun kepada penarikan kesimpulan yang keliru.
Mungkin lain kali kita akan memiliki pikiran yang lebih kritis (tanpa perlu menjadi skeptis) ketika dihadapkan dengan suatu informasi yang berbau misteri. Saya harap begitu. 

http://www.enigmablogger.com

World Zaman Now, Traveling & Apapun #JadiBisa dengan Traveloka!

Monday, October 23, 2017 5 komentar

Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi di era digital turut mempengaruhi kepribadian masyarakat. Dalam segala aspek, semuanya serba online dan menjadikan seolah-olah Dunia dalam genggaman. Salah satu perubahan yang cukup besar adalah karakter masyarakat dalam melakukan kegiatan traveling. 

Sebagian masyarakat lebih menyukai bepergian kemana saja secara independen alias tidak terlalu suka diatur dan dibatasi oleh waktu yang selama ini mungkin dilakukan oleh seluruh agen travel yang ada di Indonesia. Tipe seperti ini dinamakan Frequent Independent Traveler. Yang arti singkatnya mereka lebih suka melakukan kegiatan perjalan dengan jadwal yang diatur secara pribadi. Meskipun sebagian besar juga masyarakat masih ada yang mempercayakan perjalanan wisata mereka kepada agen-agen tour atau travel dengan alasan tidak ingin ribet dan ingin semua perjalanan mereka dipandu dan terjadwal dengan baik. Tapi apapun pilihan dan karakter kita sebagai masyarakat, tergantung dari kebutuhan kita masing-masing. 

Traveling Zaman Now - APAPUN #JadiBisa dengan Traveloka! 


Kemajuan teknologi saat ini dapat mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan kapan pun dan dimana pun. Sebab sudah banyak aplikasi travel yang memiliki beragam fitur menarik dan menawarkan berbagai  kemudahan dalam bepergian. Di tahun 2012,  Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang mendirikan suatu perusahan travel yang berbasis teknologi yang hingga saat ini kita kenal dengan nama TRAVELOKA. Ide ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.
Pada awal konsepnya Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lainnya. Pada pertengahan tahun 2013 Traveloka kemudian berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs resminya. Pada bulan Maret 2014. Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka. 


Hingga saat ini beragam inovasi telah tersemat dalam situs TRAVELOKA mulai dari berbagai promo, tiket pesawat, tiket hotel, tiket kereta api,  tiket pesawat dan hotel, pulsa dan paket internet, aktivitas dan rekreasi, bahkan internet luar negeri semua lengkap tersedia dalam satu gengggaman saja.  TRAVELOKA juga tersedia dalam aplikasi mobile smarthpone sehingga kita bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja. Serasa dunia dalam genggaman.  Apapun  #JadiBisa dengan Traveloka! 

Mengapa TRAVELOKA?


Jaminan Aman Transaksi Online

Traveloka menggunakan Teknologi SSL dari RapidSSL dengan Sertifikat yang terotentikasi menjamin privasi dan keamanan transaksi online Anda. Konfirmasi instan dan e-tiket dikirim ke email Anda.


Check in lebih mudah, tinggal tunjukan Traveloka App  #JadiBisa dengan Traveloka! 


Hasil Pencarian Terlengkap

Cari tiket pesawat ke 100.000 rute di Asia Pasifik dan Eropa dengan mudah. Dapatkan promo tiket pesawat Singapore Airlines, Cathay Pacific, Malaysia Airlines, Japan Airlines, All Nippon Airways dan lainnya.





Harga Jujur

Harga tiket pesawat yang ditampilkan sudah termasuk biaya-biaya seperti pajak, Iuran Wajib Jasa Raharja, dan biaya tambahan bahan bakar.

Berbagai Pilihan Pembayaran

Pembelian tiket menjadi semakin fleksibel dengan berbagai pilihan pembayaran, dari Transfer ATM, Kartu Kredit, hingga Internet Banking. Kapanpun dan dimanapun, mau bayar tiket semua #JadiBisa dengan Traveloka!  

Rekening PT. TRINUSA TRAVELINDO (TRAVELOKA)








Pilihan Menginap Yang Lengkap

TRAVELOKA juga menyediakan fasilitas pencarian hotel yang sangat lengkap dan pastinya the best nya adalah harga PROMO yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semua  #JadiBisa dengan Traveloka! 


Promo hotel selalu ada, pesan hemat kapan saja! Mau kamar dimanapun, pasti  #JadiBisa dengan Traveloka! 





Untuk liburan atau perjalanan bisnis, bersama teman atau keluarga, di dalam atau luar negeri, pastikan pesan hotelnya di Traveloka dan nikmati promo spesial setiap hari! Paket Pesawat + Hotel yang lebih hemat? #JadiBisa dengan Traveloka!  Hemat lebih ketika memesan produk paket Pesawat + Hotel sekaligus.


Bermasalah pada saat CHECK IN? TENANG, APAPUN #JadiBisa dengan Traveloka! 






StayGuarantee adalah jaminan dari Traveloka yang memastikan Anda dapat menginap di akomodasi yang telah Anda pilih. Ucapkan selamat tinggal pada masalah check-in! Karena semua #JadiBisa dengan Traveloka!

Syarat & Ketentuan Umum

  • Hanya tersedia untuk pemesanan yang dilakukan di situs Traveloka versi desktop atau mobile dan Traveloka App.
  • Berlaku untuk semua akomodasi di seluruh dunia.
  • Apabila Anda mengalami kesulitan saat melakukan check-in dan pesanan yang sudah Anda bayar tidak tersedia atau dibatalkan secara sepihak oleh hotel, kami akan menawarkan akomodasi pengganti dengan kualitas yang setara (atau bahkan lebih baik) untuk Anda.
  • Mohon menunggu hingga 30 menit setelah klik tombol Butuh Bantuan Check-in?, atau 60 menit setelah menghubungi Customer Service, untuk mendapatkan akomodasi pengganti dari staf Customer Service kami.
  • Apabila Anda merasa tidak puas setelah menginap di akomodasi pengganti, Anda dapat mengajukan klaim untuk kupon diskon sebesar maksimum 50% dari nilai transaksi awal Anda.
  • Apabila Anda tidak menyetujui akomodasi pengganti yang kami tawarkan dan memilih batal menginap, Anda dapat mengajukan permintaan refund sejumlah total transaksi, serta kupon diskon sebesar maksimum 50% dari nilai transaksi awal Anda


Syarat Klaim dan Refund

  • Klaim refund dan/atau kupon diskon dapat dilakukan dengan menekan tombol Butuh Bantuan Check-in? kemudian Klaim Garansi yang ada pada voucher hotel Anda. Tombol Klaim Garansi akan tersedia mulai dari 1 hari setelah tanggal check-in Anda hingga 3 hari setelah tanggal check-out Anda.
  • Proses refund memakan waktu maksimum 5 hari. Dokumen yang tidak lengkap atau informasi yang tidak akurat dapat mengakibatkan tertundanya refund.
  • Kupon diskon dapat langsung digunakan untuk semua jenis produk Traveloka. Nilai kupon adalah maksimum 50% dari transaksi awal, dan akan ditentukan dengan meninjau masing-masing kasus.
  • Refund melalui transfer antar bank hanya akan diproses apabila nama pemegang rekening bank terdapat pada voucher hotel sebagai tamu hotel, atau sebagai pihak yang melakukan pemesanan. Apabila tidak, mohon lampirkan Surat Kuasa yang ditandatangani oleh salah satu tamu, disertai fotokopi KTP pemegang rekening bank.
  • Apabila pembelian menggunakan kartu kredit, maka refund tidak dapat dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Saldo akan dikembalikan ke limit kartu kredit serta mengikuti syarat dan ketentuan bank penerbit.
  • Jumlah refund untuk transaksi dengan mata uang yang berbeda akan disesuaikan dengan nilai tukar mata uang pada saat pemesanan.
  • Traveloka berhak untuk meminta dokumen atau informasi tambahan yang dibutuhkan untuk kepentingan refund.
  • Pengajuan refund akan secara otomatis membatalkan pemesanan.
  • Pengajuan refund tidak dapat dibatalkan dengan alasan apa pun.

RESCHEDULE? TENANG, APAPUN #JadiBisa dengan Traveloka!


Ingin dapat Pemberitahuan Harga Murah? APAPUN #JadiBisa dengan Traveloka!







Bingung memilih kegiatan Aktivitas & Rekreasi di akhir pekan? Tenang, semua ada dalam satu genggaman. Apapun #JadiBisa dengan Traveloka!  Antrian lebih cepat dan pilihan aktivitas dan atraksi liburan yang lengkap



Pulsa & Paket Internet habis? Transaksi aman dan terpercaya sehingga pulsa pasti akan diterima, pembelian paket internet kapan saja dan di mana saja. Apapun #JadiBisa dengan Traveloka! 

Butuh tiket Kereta Api? Apapun #JadiBisa dengan Traveloka! Partner resmi KAI, Passenger QuickPick, pilih kursi, last minute booking – sampai dengan 3 jam sebelum waktu keberangkatan.




Berada di luar negeri dan butuh paket internet? Ada fitur INTERNET LUAR NEGERI di Traveloka, Apapun #JadiBisa dengan Traveloka! 





Jadi kapan pun, dimanapun, apapun kebutuhan masyarakat sekarang ini semua sudah ada dalam satu genggaman saja. TRAVELOKA adalah solusi tepat pilihan anda dan keluarga anda. Selamat datang era baru. 


World Zaman Now, Traveling & Apapun #JadiBisa dengan Traveloka! 


hawkson

(www.traveloka.com)




Film Pendek: Menghilangnya Blogger Misteri Ternama Indonesia

3 komentar


Terima kasih bagi yang telah membuat Film Pendek ini yang mengisahkan Enigma dan saya Hawkson turut serta didalamnya. Saya sangat bangga dan sangat mengapresiasi. Meskipun pada akhirnya Enig Ma dan saya sebelum vakum telah menerbitkan buku, dan sempat menjadi best seller di masa nya. Kami berdua yakin ada penerus Enigma dan Hawkson di luar sana yang juga sangat kritis akan Misteri, Science, Konspirasi dll akan bangkitkan Animo Pecinta Misteri jadi ramai kembali, anak muda pada masa itu sangat peka terhadap teori konspirasi dan HOAX. Semoga juga bisa menjadi inspirasi dan motivasi agar anak bangsa harus cerdas dan terus berkarya.
Salam Misteri, Salam Sukses, Salam Indonesia.

hawkson

Misteri Gerakan 30 September (G30S PKI) dan Kontroversi Dibaliknya

Thursday, October 12, 2017 0 komentar

Postingan ini saya post untuk beberapa pembaca yang inbox dan email ke saya meminta agar saya membahas tentang G30SPKI yang belakangan ini menjadi sorotan di berbagai media kita.


Setiap tahun peringatan G30S PKI akan selalu kembali terungkap misteri yang menyelimutinya. Kontroversi di antara anak bangsa tentang masalah ini tampaknya tidak akan habisnya sampai akhir jaman. Setiap masalah ini didiskusikan baik oleh ahli sejarah, pelaku sejarah, dokumen sejarah bukan malah membuka tabir misteri tetapi malah semaki dalam kontrovers yang terjadi. Kontroversi itu meliputi keterlibatan Soekarno atau Soeharto di balik gerakan makar itu. Demikian juga misteri tentang Surat Perintah 11 Maret juga sampai sekarang misterinya belum terungkap.




Gerakan 30 September

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden – sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era “Demokrasi Terpimpin”, kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965
Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai memberikan 100.000 pucuk senjata chung. Penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden – sekali lagi dengan hasutan dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era “Demokrasi Terpimpin”, kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan nasionalis dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
Angkatan kelima
Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100.000 pucuk senjata jenis chung, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S.
Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC, mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha memprovokasi bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI juga menginfiltrasi polisi dan tentara denga slogan “kepentingan bersama” polisi dan “rakyat”. Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan “Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi”. Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari “sikap-sikap sektarian” kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat “massa tentara” subyek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah.
Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab, Menpangad, dan lain-lain).
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis “rakyat”.
Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.
Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian “angkatan kelima” di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa “NASAKOMisasi” angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan “angkatan kelima”. Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.



Isu sakitnya Bung Karno
Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut.
Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat.
Isu masalah tanah dan bagi hasil
Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA, melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya.
Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU, tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian, PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut).
Faktor Malaysia
Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini. Konfrontasi Indonesia-Malaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.
Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.
Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan “Ganyang Malaysia” kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng”ganyang Malaysia” ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut, sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A.H. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia.
Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris, dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. Tak heran, Brigadir Jenderal Suparjo, komandan pasukan di Kalimantan Barat, mengeluh, konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia, padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya.
Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya, Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Soekarno, seperti yang ditulis di otobiografinya, mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah keinginannya meng”ganyang Malaysia”.
Di pihak PKI, mereka menjadi pendukung terbesar gerakan “ganyang Malaysia” yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek nekolim. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.
Pada saat PKI memperoleh angin segar, justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk; mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman, ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia, khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing-Moskow-Pyongyang-Phnom Penh. Soekarno juga mengetahui hal ini, namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung, karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965).
Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu “giliran PKI akan tiba. “Soekarno berkata, “Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu. … Untukku, Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang.”
Dari pihak Angkatan Darat, perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia, berperang hanya dengan setengah hati, dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini.
Faktor Amerika Serikat
Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. Politisi Amerika pada bulan-bulan yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini.
Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar, hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober, agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka, dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI.
Pandangan lain, terutama dari kalangan korban dari insiden ini, menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik.
Faktor ekonomi
Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan “ganyang Malaysia” yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia.
Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi, rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras, minyak, gula, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. Sebagai akibat dari inflasi tersebut, banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang, umbi-umbian, gaplek, serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya; pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.
Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut, yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang yang dituduh anggota PKI di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali serta tempat-tempat lainnya.
Peristiwa Sumur Lubang Buaya
Pada 1 Oktober 1965 dini hari, enam
jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
Isu Dewan Jenderal
Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. Menanggapi isu ini, Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Namun yang tidak diduga-duga, dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut, terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani, Panjaitan, dan Harjono. GBU
Isu Dokumen Gilchrist
Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Dokumen ini, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia, menyebutkan adanya “Teman Tentara Lokal Kita” yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk “ditindaklanjuti”. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber, salah satunya seperti yang ditulis John Hughes, wartawan The Nation yang menulis buku “Indonesian Upheaval”, yang dijadikan basis skenario film “The Year of Living Dangerously”, ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita. EFERON BATUBARA



Isu Keterlibatan Soeharto
Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan, berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat.
Meski demikian, Suharto merupakan pihak yang paling diuntungkan dari peristiwa ini. Banyak penelitian ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional mengungkap keterlibatan Suharto dan CIA. Beberapa diantaranya adalah karya Benedict R.O’G. Anderson and Ruth T. McVey (Cornell University), Ralph McGehee (The Indonesian Massacres and the CIA), Government Printing Office of the US (Department of State, INR/IL Historical Files, Indonesia, 1963-1965. Secret; Priority; Roger Channel; Special Handling), John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia), Prof. Dr. W.F. Wertheim (Serpihan Sejarah Th65 yang Terlupakan).
Korban dan Pahlawan Revolusi
Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.


Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.
Pasca kejadian G30S PKI
Pemakaman para pahlawan revolusi. Tampak Mayjen Soeharto di sebelah kanan
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para “pemberontak” dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.


Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan “persatuan nasional”, yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung “pemimpin revolusi Indonesia” dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama “Tribune”.
Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: “Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik…Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan…Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam.”
Pada tanggal 16 Oktober 1965, Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah: “Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto, sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali berdiri diatas Nasakom, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.
Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesia. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia, maka dia harus dijunjung tinggi, dijalankan, dipupuk oleh semua kita. Oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini, kita semuanya, maka barulah revousi kita bisa jaya.
Soeharto, sebagai panglima Angkatan Darat, dan sebagai Menteri dalam kabinetku, saya perintahkan engkau, kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau!
”Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan “penghargaan penuh” atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia.”
Penangkapan dan pembantaian
Penangkapan Simpatisan PKI
Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis – perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.
Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu “terbendung mayat”.
Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah “Time” memberitakan:
“Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius.”
Di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.
Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis “anti-Tionghoa” terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.
Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.

Supersemar
Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil “langkah-langkah yang sesuai” untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967.


Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.
Pertemuan Jenewa, Swiss
Menyusul peralihan tampuk kekuasaan ke tangan Suharto, diselenggarakan pertemuan antara para ekonom orde baru dengan para CEO korporasi multinasional di Swiss, pada bulan Nopember 1967. Korporasi multinasional diantaranya diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, dan Chase Manhattan. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan: tenaga buruh yang banyak dan murah, cadangan dan sumber daya alam yang melimpah, dan pasar yang besar.
Hal ini didokumentasikan oleh Jhon Pilger dalam film The New Rulers of World (tersedia di situs video google) yang menggambarkan bagaimana kekayaan alam Indonesia dibagi-bagi bagaikan rampasan perang oleh perusahaan asing pasca jatuhnya Soekarno. Freeport mendapat emas di Papua Barat, Caltex mendapatkan ladang minyak di Riau, Mobil Oil mendapatkan ladang gas di Natuna, perusahaan lain mendapat hutan tropis. Kebijakan ekonomi pro liberal sejak saat itu diterapkan.
Peringatan
Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Pada 29 September – 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk “Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965” ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, dan Putmainah.
Sumber : wikipedia
Supported By :
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37Xw
KORANDO Koran Anak Indonesia, Yudhasmara Publisher
“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646
Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Perhatian !!

" Copy Paste saya ijinkan, Mohon agar disertakan sumber beserta linkback ke blog ini.. "

Friends